Logo-Pakpol Logo-Pakpol
Literasi
Rabu, 29 Mei 2024 | 18:01 WIB
KAMUS PPh
Selasa, 28 Mei 2024 | 14:00 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 27 Mei 2024 | 18:30 WIB
KAMUS PPh
Senin, 27 Mei 2024 | 15:25 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 22 Mei 2024 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 22 MEI 2024 - 28 MEI 2024
Rabu, 15 Mei 2024 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 15 MEI 2024 - 21 MEI 2024
Rabu, 08 Mei 2024 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 08 MEI 2024 - 15 MEI 2024
Rabu, 01 Mei 2024 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 01 MEI 2024 - 07 MEI 2024
Fokus
Reportase

Indonesia Masih Butuh Profesional Pajak Andal, Anak Muda Perlu Bersiap

A+
A-
8
A+
A-
8
Indonesia Masih Butuh Profesional Pajak Andal, Anak Muda Perlu Bersiap

Human Capital Lead DDTC Adinda Nur Larasati.

JAKARTA, DDTCNews - Indonesia diprediksi akan membutuhkan lebih banyak profesional pajak yang andal pada masa depan.

Human Capital Lead DDTC Adinda Nur Larasati mengatakan prospek profesi perpajakan di Indonesia masih sangat besar. Menurutnya, generasi muda perlu segera mempersiapkan diri agar mampu menjadi profesional pajak yang andal dan mampu bersaing.

"Peluang karier di bidang pajak terbuka sangat luas. Apabila tertarik, teman-teman mahasiswa bisa mulai bersiap sejak sekarang," katanya dalam seminar dengan tema Future Career in Tax: Nourish or Perish?, Rabu (6/3/2024).

Baca Juga: DDTCNews Terima Apresiasi dari Kanwil DJP Jakarta Utara

Adinda menuturkan jumlah pegawai pajak pada 2022 tercatat 45.315 orang sehingga rasio dengan penduduk sebesar 1:6.085.

Kemudian, jumlah konsultan ternyata juga belum banyak, yakni hanya 6.526 orang sehingga rasionya dengan penduduk mencapai 1:41.955. Jumlah konsultan pajak tersebut jauh di bawah Jepang, Jerman, dan Italia.

Data tersebut menjadi bukti Indonesia membutuhkan lebih banyak SDM yang ahli di bidang pajak yang andal.

Baca Juga: DJP Jakarta Utara Gelar Tax Gathering dan Konsultasi Publik

Pajak juga tergolong bidang yang multidisiplin ilmu seperti dari sisi akuntansi, hukum, administrasi, dan manajemen. Untuk itu, profesional pajak perlu terus memperkuat kemampuannya agar mampu bersaing, bahkan menembus persaingan global.

Adinda menyebut DDTC turut berkontribusi melakukan kaderisasi dalam menciptakan profesional pajak yang andal. Salah satunya ialah dengan membuka kesempatan magang bagi mahasiswa melalui Executive Internship Program.

Kesempatan magang terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin menambah pengetahuan serta pengalaman sebelum terjun ke dunia kerja.

Baca Juga: Perlakuan Pajak Hewan Ternak Kurban, Baca Rekap Aturannya di Sini

DDTC memiliki sejumlah divisi meliputi DDTC Consulting, Fiscal Research and Advisory, DDTC Library, DDTC Academy, DDTCNews, Digital Transformation Team, serta Brand and Relation Team.

Secara umum, aktivitas magang di DDTC akan didominasi oleh pembelajaran praktik mencapai 70%. Selain itu, ada porsi pembelajaran sosial sebesar 20% dan pembelajaran formal 10%.

"Kesempatan magang ini peluang untuk teman-teman mahasiswa mulai pelan-pelan bermigrasi dari kuliah ke dunia kerja," ujar Adinda.

Baca Juga: Jasa Perjalanan Haji dan Umroh Dikenakan PPN? Cek Panduannya di Sini

Peserta magang DDTC juga akan memperoleh beberapa benefit antara lain bimbingan para senior, mendapatkan uang saku harian yang kompetitif, akses DDTC Library, akses Perpajakan DDTC, serta lingkungan kerja yang nyaman.

Pada kesempatan yang sama, Founder DDTC Danny Septriadi turut memberikan motivasi kepada mahasiswa mengenai menariknya belajar pajak. Menurutnya, pajak termasuk bidang ilmu yang menarik untuk dipelajari.

"Tadi ada yang bertanya apakah menjadi konsultan pajak itu susah? Tidak, pajak itu tidak susah karena yang susah itu bayar pajaknya," ucapnya sambil berseloroh.

Baca Juga: 122 Mahasiswa UNS Lulus Administrasi Seleksi Akbar Internship DDTC

Danny memandang mahasiswa dengan rasa keingintahuan tinggi bakal sangat cocok berkarier di bidang pajak. Sebab, di dunia praktik, nantinya akan ada banyak kasus pajak yang menarik untuk dipelajari.

Sementara itu, Ketua Departemen Akuntansi FEB UI Yulianti Abbas menilai DDTC sebagai institusi pajak berbasis riset, teknologi, dan pengetahuan yang berperan penting dalam pendidikan perpajakan di Indonesia.

Menurutnya, DDTC akan dapat menjadi tempat belajar ideal bagi mahasiswa yang tertarik di bidang pajak, termasuk melalui program magang.

Baca Juga: Edukasi Mahasiswa soal TER PPh 21, Petugas Pajak Beri Kuliah Umum

"Ini kesempatan yang baik untuk Anda belajar bagaimana memulai karier di bidang pajak karena ternyata pajak itu sangat luas, multidimensi ilmu," tuturnya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : ddtc, karier, profesional pajak, kampus, universitas indonesia, konsultan pajak, pegawai pajak

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 17 Mei 2024 | 20:35 WIB
HUT KE-17 DDTC

Bagikan Buku Baru, Darussalam Tegaskan Lagi Komitmen DDTC

Jum'at, 17 Mei 2024 | 19:51 WIB
UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

KAFEB UNS, Wadah Alumni Berkontribusi untuk Kampus dan Indonesia

Jum'at, 17 Mei 2024 | 09:45 WIB
DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE WEBINAR

Trik Adaptasi Mental bagi Praktisi Pajak di Situasi VUCA

Rabu, 15 Mei 2024 | 10:00 WIB
LITERATUR PAJAK

Pelajari Kawasan Berikat dan Fasilitas Perpajakannya, Cek Panduannya

berita pilihan

Kamis, 30 Mei 2024 | 21:35 WIB
PENGHARGAAN PERPAJAKAN

DDTCNews Terima Apresiasi dari Kanwil DJP Jakarta Utara

Kamis, 30 Mei 2024 | 21:30 WIB
KANWIL DJP JAKARTA UTARA

DJP Jakarta Utara Gelar Tax Gathering dan Konsultasi Publik

Kamis, 30 Mei 2024 | 18:30 WIB
KANWIL DJP JAKARTA KHUSUS

Hingga April, DJP Jakarta Khusus Kumpulkan Uang Pajak Rp102 Triliun

Kamis, 30 Mei 2024 | 17:37 WIB
KEBIJAKAN BEA CUKAI

Surat Keberatan Bea Cukai Bisa Diperbaiki Sebelum Jangka Waktu Habis

Kamis, 30 Mei 2024 | 16:07 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP: Semua Aplikasi Coretax Berbasis Web, Tak Perlu Download Aplikasi

Kamis, 30 Mei 2024 | 15:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Faktur Pajak dan Invoice Boleh Berbeda Tanggalnya? DJP Jelaskan Ini

Kamis, 30 Mei 2024 | 15:15 WIB
KONSULTASI PAJAK

Beli Rumah Tapak Baru di IKN, Tidak Dipungut PPN?