Logo-Pakpol Logo-Pakpol
Literasi
Rabu, 29 Mei 2024 | 18:01 WIB
KAMUS PPh
Selasa, 28 Mei 2024 | 14:00 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 27 Mei 2024 | 18:30 WIB
KAMUS PPh
Senin, 27 Mei 2024 | 15:25 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 22 Mei 2024 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 22 MEI 2024 - 28 MEI 2024
Rabu, 15 Mei 2024 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 15 MEI 2024 - 21 MEI 2024
Rabu, 08 Mei 2024 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 08 MEI 2024 - 15 MEI 2024
Rabu, 01 Mei 2024 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 01 MEI 2024 - 07 MEI 2024
Fokus
Reportase

Cara Mengisi Formulir Pengaktifan Kembali Wajib Pajak Non-Efektif

A+
A-
2
A+
A-
2
Cara Mengisi Formulir Pengaktifan Kembali Wajib Pajak Non-Efektif

NOMOR Pokok Wajib Pajak (NPWP) merupakan identitas yang sangat penting bagi setiap wajib pajak. Namun, NPWP menjadi non-aktif bisa saja terjadi berdasarkan penetapan dari Ditjen Pajak (DJP), baik atas permohonan wajib pajak maupun secara jabatan.

Penetapan NPWP non-aktif atau wajib pajak non-efektif bisa diberikan jika wajib pajak bersangkutan memenuhi kriteria di antaranya seperti orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, tetapi secara nyata tidak lagi menjalankan usaha atau pekerjaan bebasnya.

Kemudian, orang pribadi yang tidak menjalankan usaha/pekerjaan bebas dan penghasilannya di bawah penghasilan tidak kena pajak. Lalu, orang pribadi yang tinggal atau di luar negeri lebih dari 183 hari dalam 12 bulan dan tidak bermaksud meninggalkan Indonesia selamanya.

Baca Juga: DDTCNews Terima Apresiasi dari Kanwil DJP Jakarta Utara

Selain itu, wajib pajak yang tidak lagi memenuhi persyaratan subjektif dan/atau objektif, tetapi belum dilakukan penghapusan NPWP, di antaranya seperti wajib pajak perempuan kawin yang ikut ke dalam NPWP suami.

Namun demikian, NPWP yang non-aktif tersebut bisa kembali diaktifkan oleh wajib pajak dengan mengajukan permohonan. Nah, DDTCNews kali ini akan menjelaskan cara mengajukan permohonan pengaktifan kembali wajib pajak non-efektif, termasuk pengisian formulirnya.

Mula-mula, silakan mengisi formulir permohonan pengaktifan kembali wajib pajak non-efektif. Format formulir pengaktifan kembali wajib pajak non-efektif dapat dilihat di lampiran Peraturan Dirjen Pajak No. PER-4/PJ/2020.

Untuk jenis pengaktifkan kembali wajib pajak non-efektif, silakan centang kotak Permohonan Wajib Pajak dalam hal formulir diisi dan ditandatangani oleh wajib pajak. Apabila pengaktifan dilakukan secara jabatan oleh petugas pajak maka centang kotak Secara Jabatan.

Baca Juga: DJP Jakarta Utara Gelar Tax Gathering dan Konsultasi Publik

Apabila pengaktifan kembali wajib pajak non-efektif dilakukan secara jabatan, petugas pajak akan mengisi nomor LHPt yang menjadi dasar pengaktifan kembali wajib pajak non-efektif. Setelah itu, silakan isi NPWP dan nama wajib pajak bersangkutan.

Untuk bagian NPWP, diisi dengan NPWP wajib pajak yang mengajukan permohonan pengaktifan kembali wajib pajak non-efektif atau NPWP wajib pajak yang dilakukan pengaktifan kembali wajib pajak non-efektif secara jabatan.

Untuk bagian nama, diisi dengan nama wajib pajak yang mengajukan permohonan atau nama wajib pajak yang dilakukan pengaktifan kembali wajib pajak non-efektif secara jabatan sesuai yang tertulis dalam Kartu NPWP atau SKT. Gelar ditulis jika wajib pajak orang pribadi memiliki gelar.

Baca Juga: Marak Modus Bukti Potong Palsu, Otoritas Ini Perketat Restitusi Pajak

Dalam bagian Pernyataan, formulir pengaktifan kembali wajib pajak non-efektif harus ditandatangani oleh pemohon atau kuasa pemohon. Dalam hal penetapan dilakukan secara jabatan, formulir tersebut ditandatangani oleh petugas.

Selain mengisi formulir, pemohon juga harus melampirkan dokumen pendukung yang menunjukkan bahwa wajib pajak tidak memenuhi kriteria wajib pajak non-efektif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 PER-4/PJ/2020.

Apabila permohonan sudah memenuhi ketentuan, DJP akan menerbitkan bukti penerimaan elektronik (BPE). Keputusan akan diterbitkan paling lama 5 hari kerja setelah kepala KPP atau pejabat yang ditunjuk oleh dirjen pajak menerbitkan BPE. Selesai. Semoga bermanfaat. (rig)

Baca Juga: Hingga April, DJP Jakarta Khusus Kumpulkan Uang Pajak Rp102 Triliun

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : tips pajak, tips, pajak, wajib pajak non-efektif, NPWP non-aktif, NPWP, permohonan pengaktifan kembali wp ne

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 30 Mei 2024 | 08:30 WIB
LITERATUR PAJAK

Perlakuan Pajak Hewan Ternak Kurban, Baca Rekap Aturannya di Sini

Rabu, 29 Mei 2024 | 18:01 WIB
KAMUS PPh

Apa Itu Formulir 1721-B1?

Rabu, 29 Mei 2024 | 18:00 WIB
KPP PRATAMA GARUT

Banyak SPT Lebih Bayar, KPP Beri Edukasi soal Pengembalian Pendahuluan

berita pilihan

Kamis, 30 Mei 2024 | 21:35 WIB
PENGHARGAAN PERPAJAKAN

DDTCNews Terima Apresiasi dari Kanwil DJP Jakarta Utara

Kamis, 30 Mei 2024 | 21:30 WIB
KANWIL DJP JAKARTA UTARA

DJP Jakarta Utara Gelar Tax Gathering dan Konsultasi Publik

Kamis, 30 Mei 2024 | 18:30 WIB
KANWIL DJP JAKARTA KHUSUS

Hingga April, DJP Jakarta Khusus Kumpulkan Uang Pajak Rp102 Triliun

Kamis, 30 Mei 2024 | 17:37 WIB
KEBIJAKAN BEA CUKAI

Surat Keberatan Bea Cukai Bisa Diperbaiki Sebelum Jangka Waktu Habis

Kamis, 30 Mei 2024 | 16:07 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP: Semua Aplikasi Coretax Berbasis Web, Tak Perlu Download Aplikasi

Kamis, 30 Mei 2024 | 15:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Faktur Pajak dan Invoice Boleh Berbeda Tanggalnya? DJP Jelaskan Ini

Kamis, 30 Mei 2024 | 15:15 WIB
KONSULTASI PAJAK

Beli Rumah Tapak Baru di IKN, Tidak Dipungut PPN?