Biar Fokus Puasa, DJP Sarankan WP segera Lapor SPT Tahunan 2024

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) menunjukkan aplikasi pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak 2021 di Pendopo Indramayu, Jawa Barat, Kamis (10/3/2022). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc.
JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Pajak (DJP) kembali mengingatkan wajib pajak segera menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan 2024.
Kepala Subdirektorat Pelayanan Perpajakan DJP Tirta mengatakan batas akhir penyampaian SPT Tahunan orang pribadi akan jatuh pada 31 Maret 2025, atau bertepatan dengan Lebaran. Menurutnya, wajib pajak akan dapat lebih fokus melaksanakan ibadah puasa apabila telah menyampaikan SPT Tahunan awal.
"Kalau itu [penyampaian SPT Tahunan] bisa kita lakukan di bulan Februari atau di awal Maret, maka kita nanti bisa lebih fokus dalam beribadah," katanya, dikutip pada Jumat (28/2/2025).
Tirta mengatakan terdapat 2 hari besar keagamaan jelang batas akhir penyampaian SPT Tahunan 2024 orang pribadi, yakni Nyepi pada 28 Maret 2025 dan Idulfitri pada 31 Maret 2025. Namun, batas waktu penyampaian SPT Tahunan tetap mengacu pada UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).
UU KUP mengatur batas akhir penyampaian SPT Tahunan wajib pajak orang pribadi paling lambat 3 bulan setelah berakhirnya tahun pajak atau 31 Maret 2025. Sementara, untuk SPT Tahunan wajib pajak badan paling lambat 4 bulan setelah berakhirnya tahun pajak atau 30 April 2025.
Menurutnya, wajib pajak dapat segera melaksanakan kewajibannya menyampaikan SPT Tahunan ini secara online melalui DJP Online.
"Tentu lebih baik dan lebih nyaman pelaporannya tidak menunggu batas akhir pelaporan," ujarnya.
Wajib pajak dapat melakukan pelaporan SPT Tahunan baik secara manual maupun online, yakni melalui e-filing atau e-form. Kepada wajib pajak yang baru terdaftar dan ingin melaporkan SPT Tahunan secara online, diharuskan memperoleh electronic filing identification number (EFIN) terlebih dahulu.
Walaupun coretax administration system telah diluncurkan, penyampaian SPT Tahunan 2024 masih dilakukan melalui DJP Online.
Penyampaian SPT Tahunan yang terlambat akan dikenai sanksi administrasi berupa denda. Denda terlambat melaporkan SPT Tahunan pada orang pribadi adalah senilai Rp100.000, sedangkan pada wajib pajak badan Rp1 juta. (sap)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.