Logo-Pakpol Logo-Pakpol
Data & Alat
Rabu, 26 Februari 2025 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 26 FEBRUARI 2025 - 04 MARET 2025
Rabu, 19 Februari 2025 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 19 FEBRUARI 2025 - 25 FEBRUARI 2025
Rabu, 12 Februari 2025 | 09:27 WIB
KURS PAJAK 12 FEBRUARI 2025 - 18 FEBRUARI 2025
Rabu, 05 Februari 2025 | 11:07 WIB
PAJAK MINIMUM GLOBAL
Fokus
Reportase

Ketentuan Stripping Barang Peti Kemas Diatur Ulang, Begini Detailnya

A+
A-
16
A+
A-
16
Ketentuan Stripping Barang Peti Kemas Diatur Ulang, Begini Detailnya

Ilustrasi. Pekerja melakukan proses bongkar muat peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau Senin (17/2/2025). Pemerintah daerah setempat menargetkan realisasi penerimaan pajak daerah sepanjang tahun 2025 sebesar Rp1,7 triliun dengan target tertinggi disektor pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) sebesar Rp721 miliar. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/rwa.

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mengatur ulang ketentuan pemeriksaan fisik barang impor yang diangkut dalam peti kemas. Ketentuan yang diatur kembali di antaranya menyangkut pengeluaran (stripping) atas barang dalam peti kemas.

Sesuai dengan ketentuan, pemeriksaan barang dalam peti kemas di antaranya dilakukan dengan mengeluarkan barang tersebut. Nah, PER-11/BC/2024 mengatur kondisi yang membuat barang dalam peti kemas tidak perlu dikeluarkan seluruhnya.

“Pengeluaran (stripping) atas seluruh barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10A ayat (1) huruf d dapat dikecualikan..,” bunyi Pasal 10B ayat (1) PER-11/BC/2024, dikutip pada Selasa (25/2/2025).

Baca Juga: Negara Tetangga Ini Bakal Berlakukan Pajak Turis pada Akhir Tahun

Secara lebih terperinci, terdapat 5 kondisi yang membuat stripping bisa dilakukan hanya atas sebagian barang. Pertama, barang milik Importir berstatus Authorized Economic Operator (AEO) dan/atau Mitra Utama (Mita) Kepabeanan.

Kedua, barang yang diberitahukan dalam Pemberitahuan Pabean Impor yang memuat paling banyak 3 jenis barang. Ketiga, barang yang susunannya dalam peti kemas dapat dihitung jumlah kemasan setiap jenis barang tanpa perlu dilakukan stripping keseluruhan.

Keempat, barang yang berdasarkan hasil analisis alat pemindai pendahuluan tidak terdapat indikasi kesalahan jenis barang. Kelima, barang impor dengan karakteristik yang memungkinkan dilakukan pemeriksaan fisik barang tanpa stripping atas seluruh barang dari dalam peti kemas.

Baca Juga: Masuk RPJMN 2025-2029, Pertumbuhan Ekonomi 2029 Ditarget Tembus 8%

Apabila barang dalam peti kemas memenuhi salah satu di antara 5 kondisi tersebut maka pemeriksaan fisiknya bisa dilakukan dengan hanya mengeluarkan sebagian barang. Namun, langkah ini juga bisa dilakukan sepanjang tujuan pemeriksaan fisik barang tetap dapat tercapai.

PER-11/BC/2024 juga telah mengatur 3 metode untuk pemeriksaan fisik barang dalam peti kemas dengan stripping sebagian. Pertama, dilakukan stripping atas sebagian barang dari dalam peti kemas sampai terlihat dinding belakang dari peti kemas seperti dibuat lorong.

Kedua, dilakukan stripping atas sebagian barang dari dalam peti kemas secara minimal. Ketiga, tidak dilakukan stripping barang dari dalam peti kemas. Untuk memperjelas, berikut gambar ilustrasi terkait dengan pengeluaran sebagian barang dalam pemeriksaan fisik.

(rig)

Baca Juga: Ketentuan Baru Barang Kiriman Berlaku 5 Maret, DJBC: Sistem Sudah Siap

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : per-11/bc/2024, pengeluaran, stripping, barang peti kemas, DJBC, dirjen bea dan cukai, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 26 Februari 2025 | 10:30 WIB
LITERATUR PAJAK

Sumbang Pemikiran, DDTC Akhirnya Luncurkan Buku PPN Edisi Kedua

Rabu, 26 Februari 2025 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Masih Ada Importir Belum Padankan NIK-NPWP, DJBC Singgung Tarif PPh 22

Rabu, 26 Februari 2025 | 06:30 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Godok Insentif Pajak Sesuai GloBE Rules, Kemenkeu Pertimbangkan QRTC

Selasa, 25 Februari 2025 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN BEA MASUK

Tarif Bea Masuk Barang Kiriman Disederhanakan, DJBC Ungkap Dampaknya

berita pilihan

Jum'at, 28 Februari 2025 | 19:30 WIB
THAILAND

Negara Tetangga Ini Bakal Berlakukan Pajak Turis pada Akhir Tahun

Jum'at, 28 Februari 2025 | 19:00 WIB
PMK 15/2025

Pemeriksaan Terfokus, Pemeriksa Wajib Sampaikan Pos SPT yang Diperiksa

Jum'at, 28 Februari 2025 | 17:03 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPN atas Penyerahan Jasa Asuransi Unit Link

Jum'at, 28 Februari 2025 | 17:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Pemeriksaan Fisik Barang Impor?

Jum'at, 28 Februari 2025 | 16:30 WIB
REKAP PERATURAN

Simak! Daftar Peraturan Perpajakan yang Terbit sepanjang Februari 2025

Jum'at, 28 Februari 2025 | 16:00 WIB
LAYANAN PAJAK

Hati-Hati Penipuan Berkedok Pemutakhiran Data NPWP via Coretax

Jum'at, 28 Februari 2025 | 15:30 WIB
RPJMN 2025-2029

Masuk RPJMN 2025-2029, Pertumbuhan Ekonomi 2029 Ditarget Tembus 8%

Jum'at, 28 Februari 2025 | 15:21 WIB
KONSULTASI PAJAK

Bangun Usaha di Kawasan Industri? Ini Menu Insentif Perpajakannya

Jum'at, 28 Februari 2025 | 15:00 WIB
SELEBRITAS

Ajak WP Segera Lapor SPT Tahunan, Jonatan Christie: Jangan Ditunda

Jum'at, 28 Februari 2025 | 14:30 WIB
KEP-67/PJ/2025

Tak Kena Sanksi! PPh Masa Januari 2025 Disetor Paling Lambat Hari Ini