Logo-Pakpol Logo-Pakpol
Literasi
Rabu, 29 Mei 2024 | 18:01 WIB
KAMUS PPh
Selasa, 28 Mei 2024 | 14:00 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 27 Mei 2024 | 18:30 WIB
KAMUS PPh
Senin, 27 Mei 2024 | 15:25 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 22 Mei 2024 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 22 MEI 2024 - 28 MEI 2024
Rabu, 15 Mei 2024 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 15 MEI 2024 - 21 MEI 2024
Rabu, 08 Mei 2024 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 08 MEI 2024 - 15 MEI 2024
Rabu, 01 Mei 2024 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 01 MEI 2024 - 07 MEI 2024
Fokus
Reportase

Founder DDTC Darussalam Berbagi Kisah Inspiratif tentang Profesi Pajak

A+
A-
4
A+
A-
4
Founder DDTC Darussalam Berbagi Kisah Inspiratif tentang Profesi Pajak

Founder DDTC Darussalam (kiri) dalam webinar Inspire Eight bertajuk Mempersiapkan Generasi dalam Menghadapi Dinamika Pendidikan Indonesia.

YOGYAKARTA, DDTCNews – Keberanian untuk menggantungkan mimpi setinggi-tingginya bisa menjadi awal mula keberhasilan. Syaratnya, mimpi itu harus dieksekusi agar bisa terwujud. Pesan ini disampaikan Founder DDTC Darussalam dalam webinar Inspire Eight yang digelar oleh SMA Negeri 8 Yogyakarta, Sabtu (4/5/2024).

Tokoh yang juga alumni Delayota, julukan populer SMA Negeri 8 Yogyakarta, itu mengatakan bahwa eksekusi merupakan kunci dari manifestasi sebuah mimpi atau cita-cita. Darussalam pun mengajak generasi muda untuk berani bermimpi sekaligus menyiapkan langkah nyata untuk merealisasikannya.

“Jangan takut untuk bermimpi, tapi jangan lupa untuk segera bangun dan eksekusi apa yang menjadi mimpi adik-adik semua,” ujar Darussalam di hadapan raturan peserta webinar bertajuk Mempersiapkan Generasi dalam Menghadapi Dinamika Pendidikan Indonesia.

Sosok yang hebat, sambung Darussalam, adalah orang yang inspiratif dan bermanfaat bagi orang lain. Salah satu pertanda seseorang telah menjadi inspirasi adalah dikenal publik. Menurut Darussalam, jalan untuk menjadi sosok yang hebat tersebut dapat diawali dengan kebiasaan membaca, menulis, serta memublikasikan karyanya.

Today a reader, tomorrow a leader. Jangan sampai lewatkan waktu Anda untuk tidak membaca. Seorang pemimpin dulunya seorang pembaca, tapi tidak cukup dengan membaca. Anda juga harus menulis dan mempublikasikannya,” terang Darussalam.

Darussalam menjelaskan penulisan dan publikasi menjadi media untuk berbagi informasi yang telah diperoleh dari proses membaca. Rangkaian proses tersebut pada muaranya dapat memberikan manfaat bagi orang lain melalui ilmu dan pandangan yang telah disebarkan.

Power is gained by sharing knowledge. Yakinlah ketika ilmu Anda sebarkan, tidak berarti ilmu Anda hilang tetapi justru akan digantikan dengan yang lain. Dengan menjadi bermanfaat, Anda tidak hanya akan dikenal tetapi juga didoakan oleh orang banyak yang mendapat manfaat dari Anda,” tutur Darussalam yang belum lama ini menerima gelar Alumni Berprestasi Bidang Profesional dan Kewirausahaan dari almamaternya itu.

Dalam kesempatan tersebut, Darussalam berpesan agar peserta didik terus memupuk keahlian sesuai dengan kegemarannya. Hal ini lantaran keahlian dan kegemaran tersebut berpeluang menjadi suatu profesi yang kelak akan digeluti.

“Apapun pekerjaan yang dijalankan nanti tolong persepsikan pekerjaan itu sebagai hobi. Karena dengan menjalankan hobi pasti akan senang dan tidak mengenal capek dan batas waktu. Percayalah hasil tidak akan menipu proses,” jelas Darussalam

Sehubungan dengan hari pendidikan nasional, Darussalam menuturkan konsep yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara masih sangat relevan saat ini, termasuk dengan konsep Merdeka Belajar. Menurutnya, kini ada pergeseran paradigma yang membuat guru bukan menjadi orientasi utama melainkan perkembangan peserta didik.

“Sesuai konsep Ki Hajar Dewantara, peran guru ada 3. Pertama, memberikan teladan. Kedua, bagaimana mengeksekusi apa yang menjadi keinginan dan cita-cita peserta didik. Ketiga, mendorong atau memberikan motivasi," sebut Darussalam.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 8 Yogyakarta Sri Suyatmi dalam sambutannya berharap acara ini bisa menjadi inspirasi bagi peserta webinar. Dia berharap inspirasi tersebut tidak hanya untuk keluarga Delayota, tetapi juga untuk masyarakat umum.

“Pak Darussalam adalah alumni Delayota. Semoga kesuksesan beliau bisa menjadi inspirasi dan teladan serta bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat luas,” ujar Sri.

Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian acara Inspire Eight ini diselenggarakan oleh OSIS SMA Negeri 8 Yogyakarta. Webinar ini digelar dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2024.

Darussalam sendiri merupakan penerima penghargaan Alumni Berprestasi SMA Negeri 8 Yogyakarta pada awal tahun ini. Dia menempuh pendidikan di Delayota pada 1986.

Adapun SMAN 8 Yogyakarta merupakan salah satu sekolah unggulan di Yogyakarta, bahkan di tingkat Provinsi DIY. Melansir situs LTMPT, SMAN 8 Yogyakarta menduduki peringkat ke-11 SMA terbaik di Indonesia berdasarkan nilai UTBK pada 2022. (sap)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : DDTC, pendidikan pajak, literasi, karier perpajakan, profesi perpajakan, SMA Negeri 8 Yogyakarta, Darussalam

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 16 Mei 2024 | 11:07 WIB
SEKRETARIAT PENGADILAN PAJAK - DDTC

Sekretariat Pengadilan Pajak Gelar Sosialisasi e-Tax Court di DDTC

Rabu, 15 Mei 2024 | 10:00 WIB
LITERATUR PAJAK

Pelajari Kawasan Berikat dan Fasilitas Perpajakannya, Cek Panduannya

Selasa, 14 Mei 2024 | 11:45 WIB
LITERATUR PAJAK

Simak! Panduan Pajak atas Imbalan Tertentu dalam Transaksi Jual Beli

Senin, 13 Mei 2024 | 07:00 WIB
HUT KE-17 DDTC

DDTC Terbitkan Buku Konsep Dasar Pajak, Anggota PERTAPSI Bisa Dapat

berita pilihan

Kamis, 30 Mei 2024 | 21:35 WIB
PENGHARGAAN PERPAJAKAN

DDTCNews Terima Apresiasi dari Kanwil DJP Jakarta Utara

Kamis, 30 Mei 2024 | 21:30 WIB
KANWIL DJP JAKARTA UTARA

DJP Jakarta Utara Gelar Tax Gathering dan Konsultasi Publik

Kamis, 30 Mei 2024 | 18:30 WIB
KANWIL DJP JAKARTA KHUSUS

Hingga April, DJP Jakarta Khusus Kumpulkan Uang Pajak Rp102 Triliun

Kamis, 30 Mei 2024 | 17:37 WIB
KEBIJAKAN BEA CUKAI

Surat Keberatan Bea Cukai Bisa Diperbaiki Sebelum Jangka Waktu Habis

Kamis, 30 Mei 2024 | 16:07 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP: Semua Aplikasi Coretax Berbasis Web, Tak Perlu Download Aplikasi

Kamis, 30 Mei 2024 | 15:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Faktur Pajak dan Invoice Boleh Berbeda Tanggalnya? DJP Jelaskan Ini

Kamis, 30 Mei 2024 | 15:15 WIB
KONSULTASI PAJAK

Beli Rumah Tapak Baru di IKN, Tidak Dipungut PPN?