Logo-Pakpol Logo-Pakpol
Literasi
Rabu, 29 Mei 2024 | 18:01 WIB
KAMUS PPh
Selasa, 28 Mei 2024 | 14:00 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 27 Mei 2024 | 18:30 WIB
KAMUS PPh
Senin, 27 Mei 2024 | 15:25 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 22 Mei 2024 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 22 MEI 2024 - 28 MEI 2024
Rabu, 15 Mei 2024 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 15 MEI 2024 - 21 MEI 2024
Rabu, 08 Mei 2024 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 08 MEI 2024 - 15 MEI 2024
Rabu, 01 Mei 2024 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 01 MEI 2024 - 07 MEI 2024
Fokus
Reportase

ADB Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen pada 2024-2025

A+
A-
0
A+
A-
0
ADB Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen pada 2024-2025

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Asian Development Bank (ADB) memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5%, baik pada tahun ini maupun tahun depan.

Dalam laporan terbaru ADB bertajuk Asian Development Outlook (ADO) April 2024, laju konsumsi Indonesia pada tahun ini diproyeksikan tetap stabil sejalan dengan positifnya keyakinan konsumen.

"Belanja yang terkait dengan pemilu, penyaluran bansos, kenaikan gaji ASN, dan rendahnya ekspektasi inflasi pada 2024 akan mendorong laju konsumsi," tulis ADB dalam laporannya, dikutip pada Jumat (12/4/2024).

Baca Juga: Marak Modus Bukti Potong Palsu, Otoritas Ini Perketat Restitusi Pajak

Laju investasi juga diperkirakan tetap stabil seiring dengan banyaknya proyek pembangunan yang direncanakan oleh pemerintah dan berlanjutnya reformasi kebijakan.

Investasi oleh sektor swasta diperkirakan akan meningkat pada 2025 setelah pemerintahan baru resmi mengumumkan kebijakan-kebijakan yang direncanakan.

Meski demikian, laju ekspor diperkirakan akan melemah akibat rendahnya harga komoditas serta melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Baca Juga: Sehatkan APBN, Menkeu Ini Minta Penagihan Utang Pajak Digencarkan

Pada saat yang sama, impor diperkirakan akan meningkat akibat tingginya investasi. Tren perlemahan ekspor dan penguatan impor ini berpotensi memperlebar defisit current account.

Sementara itu , tren pelebaran current account deficit diperkirakan bakal memperlemah nilai tukar rupiah. Meski demikian, hal tersebut justru akan memberikan keuntungan bagi para eksportir komoditas.

"Ekspor diperkirakan masih akan tetap berkontribusi pada pertumbuhan PDB. Volume ekspor logam akan terus bertumbuh dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan output sektor manufaktur," tulis ADB. (rig)

Baca Juga: IMF: Setoran Pajak Per Daerah Cerminkan Perkembangan Ekonomi Daerah

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : laporan ADB, Asian Development Bank, ekonomi, laju konsumsi, PDB, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 28 Mei 2024 | 13:00 WIB
DEVISA HASIL EKSPOR SUMBER DAYA ALAM

Langgar Aturan DHE SDA, DJBC Blokir Layanan Ekspor untuk 50 Perusahaan

Senin, 27 Mei 2024 | 19:07 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ada Pajak Minimum Global, DJP Bersiap Evaluasi Ketentuan Insentif

berita pilihan

Kamis, 30 Mei 2024 | 21:35 WIB
PENGHARGAAN PERPAJAKAN

DDTCNews Terima Apresiasi dari Kanwil DJP Jakarta Utara

Kamis, 30 Mei 2024 | 21:30 WIB
KANWIL DJP JAKARTA UTARA

DJP Jakarta Utara Gelar Tax Gathering dan Konsultasi Publik

Kamis, 30 Mei 2024 | 18:30 WIB
KANWIL DJP JAKARTA KHUSUS

Hingga April, DJP Jakarta Khusus Kumpulkan Uang Pajak Rp102 Triliun

Kamis, 30 Mei 2024 | 17:37 WIB
KEBIJAKAN BEA CUKAI

Surat Keberatan Bea Cukai Bisa Diperbaiki Sebelum Jangka Waktu Habis

Kamis, 30 Mei 2024 | 16:07 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP: Semua Aplikasi Coretax Berbasis Web, Tak Perlu Download Aplikasi

Kamis, 30 Mei 2024 | 15:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Faktur Pajak dan Invoice Boleh Berbeda Tanggalnya? DJP Jelaskan Ini

Kamis, 30 Mei 2024 | 15:15 WIB
KONSULTASI PAJAK

Beli Rumah Tapak Baru di IKN, Tidak Dipungut PPN?