Logo-Pakpol Logo-Pakpol
Data & Alat
Rabu, 26 Februari 2025 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 26 FEBRUARI 2025 - 04 MARET 2025
Rabu, 19 Februari 2025 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 19 FEBRUARI 2025 - 25 FEBRUARI 2025
Rabu, 12 Februari 2025 | 09:27 WIB
KURS PAJAK 12 FEBRUARI 2025 - 18 FEBRUARI 2025
Rabu, 05 Februari 2025 | 11:07 WIB
PAJAK MINIMUM GLOBAL
Fokus
Reportase

Banyak Harapan Belum Terwujud, Jokowi-Ma‘ruf Minta Maaf kepada Rakyat

A+
A-
0
A+
A-
0
Banyak Harapan Belum Terwujud, Jokowi-Ma‘ruf Minta Maaf kepada Rakyat

Presiden Joko Widodo (kiri) membungkukkan badan untuk memberi hormat kepada Ketua MPR Bambang Soesatyo (ketiga kanan), Ketua DPR Puan Maharani (kedua kanan), dan Ketua DPD La Nyalla Mattalitti dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR - DPD Tahun 2024 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd/tom.

JAKARTA, DDTCNews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan permohonan maafnya melalui pidato kenegaraan terakhirnya sebagai kepala negara.

Di hadapan anggota MPR, DPR, dan DPD, Jokowi mengatakan banyak masalah-masalah yang belum tuntas diselesaikan dalam 10 tahun kepemimpinannya.

"Saya dan Profesor K.H. Ma'ruf Amin mohon maaf. Mohon maaf untuk setiap hati yang mungkin kecewa, untuk setiap harapan yang mungkin belum bisa terwujud, untuk setiap cita-cita yang mungkin belum bisa tercapai. Sekali lagi, kami mohon maaf," ujar Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat (16/8/2024).

Baca Juga: Coretax Tetap Jalan, DJP Diberi Waktu hingga April untuk Perbaikan

Menurut Jokowi, 10 tahun tidaklah cukup untuk menyelesaikan seluruh masalah bangsa. Jokowi juga merasa dirinya sebagai kepala negara memiliki banyak keterbatasan layaknya manusia pada umumnya. "Sangat mungkin ada celah dari langkah-langkah yang saya ambil. Sangat mungkin banyak kealpaan dalam diri saya," ujar Jokowi.

Terlepas dari beragam kekurangan dalam 10 tahun kepemimpinannya tersebut, Jokowi yakin masalah-masalah yang belum tuntas bisa segera ditindaklanjuti dengan berbekal pada persatuan, kerja sama, dan keberlanjutan.

"Saya yakin dan percaya dengan persatuan dan kerja sama kita, dengan keberlanjutan yang terjaga, Indonesia sebagai negara yang kuat dan berdaulat akan mampu melompat dan menggapai cita-cita Indonesia Emas 2045," ujar Jokowi.

Baca Juga: Banyak Kendala, Komisi XI: Kejar Target Penerimaan Memang Tugas Berat

Jokowi pun berpesan kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto untuk memenuhi harapan masyarakat pada masa kepemimpinannya ke depan. "Nanti, pada tanggal 20 Oktober 2024, izinkan saya menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan ini kepada Bapak Prabowo Subianto. Izinkan saya juga menyerahkan semua harapan dan cita-cita masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, dari pinggiran, dari daerah terluar, dari desa, dari pusat-pusat kota kepada Bapak," ujar Jokowi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jokowi dalam pidato kenegaraan terakhirnya mengeklaim pembangunan dalam 10 tahun terakhir sudah Indonesiasentris, yakni membangun dari daerah pinggiran dan terluar.

Dalam 10 tahun, Jokowi mengaku sudah berhasil membangun 366.000 kilometer jalan desa, 2.700 kilometer jalan tol baru, 6.000 kilometer jalan nasional, serta 50 pelabuhan dan bandara baru. Berkat pembangunan tersebut, biaya logistik telah diturunkan dari 24% menjadi 14%.

Baca Juga: DPR Minta DJP Susun Roadmap Penerapan Coretax System yang Minim Risiko

Pertumbuhan ekonomi nasional berhasil dipertahankan di level 5% meski banyak negara lain yang mencatatkan perlambatan pertumbuhan. Inflasi juga bisa dijaga di level 2-3% meski banyak negara yang mencatatkan lonjakan inflasi hingga di atas 200%.

Berbagai capaian itu menjadi bentuk upaya pemerintah mencapai pembangunan yang menyentuh semua lapisan masyarakat.

"Pembangunan yang memberi dampak bagi masyarakat luas dan pembangunan yang membuka peluang untuk tumbuh bersama-sama," kata Jokowi. (sap)

Baca Juga: Pengumuman! DJP Pertahankan Sistem Lama, Antisipasi Kendala di Coretax

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : Sidang Tahunan MPR, DPR, Pidato Kenegaraan, Jokowi, pemilu 2024, pilpres, Ma'ruf Amin

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 05 Desember 2024 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN MONETER

Jaga Daya Beli Saat PPN Naik, BI Diminta Turunkan Suku Bunga Acuan

Rabu, 04 Desember 2024 | 13:30 WIB
APBN 2025

Tak Ada Ruang Penundaan, Target Perpajakan 2025 Sudah Pakai PPN 12%

Rabu, 04 Desember 2024 | 08:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Soal Rencana Tarif PPN 12%, DJP Pastikan Transparansi Penggunaannya

Selasa, 03 Desember 2024 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Kenaikan Tarif PPN Direspons Seruan Frugal Living, DJP Bilang Begini

berita pilihan

Jum'at, 28 Februari 2025 | 19:30 WIB
THAILAND

Negara Tetangga Ini Bakal Berlakukan Pajak Turis pada Akhir Tahun

Jum'at, 28 Februari 2025 | 19:00 WIB
PMK 15/2025

Pemeriksaan Terfokus, Pemeriksa Wajib Sampaikan Pos SPT yang Diperiksa

Jum'at, 28 Februari 2025 | 17:03 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPN atas Penyerahan Jasa Asuransi Unit Link

Jum'at, 28 Februari 2025 | 17:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Pemeriksaan Fisik Barang Impor?

Jum'at, 28 Februari 2025 | 16:30 WIB
REKAP PERATURAN

Simak! Daftar Peraturan Perpajakan yang Terbit sepanjang Februari 2025

Jum'at, 28 Februari 2025 | 16:00 WIB
LAYANAN PAJAK

Hati-Hati Penipuan Berkedok Pemutakhiran Data NPWP via Coretax

Jum'at, 28 Februari 2025 | 15:30 WIB
RPJMN 2025-2029

Masuk RPJMN 2025-2029, Pertumbuhan Ekonomi 2029 Ditarget Tembus 8%

Jum'at, 28 Februari 2025 | 15:21 WIB
KONSULTASI PAJAK

Bangun Usaha di Kawasan Industri? Ini Menu Insentif Perpajakannya

Jum'at, 28 Februari 2025 | 15:00 WIB
SELEBRITAS

Ajak WP Segera Lapor SPT Tahunan, Jonatan Christie: Jangan Ditunda

Jum'at, 28 Februari 2025 | 14:30 WIB
KEP-67/PJ/2025

Tak Kena Sanksi! PPh Masa Januari 2025 Disetor Paling Lambat Hari Ini