Logo-Pakpol Logo-Pakpol
Data & Alat
Rabu, 26 Februari 2025 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 26 FEBRUARI 2025 - 04 MARET 2025
Rabu, 19 Februari 2025 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 19 FEBRUARI 2025 - 25 FEBRUARI 2025
Rabu, 12 Februari 2025 | 09:27 WIB
KURS PAJAK 12 FEBRUARI 2025 - 18 FEBRUARI 2025
Rabu, 05 Februari 2025 | 11:07 WIB
PAJAK MINIMUM GLOBAL
Fokus
Reportase

Peraturan Baru terkait PPnBM DTP Mobil Listrik, Download di Sini

A+
A-
0
A+
A-
0
Peraturan Baru terkait PPnBM DTP Mobil Listrik, Download di Sini

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah melanjutkan pemberian insentif berupa PPnBM ditanggung pemerintah (DTP) atas impor mobil listrik completely built up (CBU) tertentu dan penyerahan mobil listrik completely knocked down (CKD) tertentu.

Perpanjangan insentif PPnBM DTP atas impor mobil listrik CBU tertentu dan penyerahan mobil listrik CKD tertentu diberikan melalui PMK 135/2024. Sebelumnya, pemerintah memberikan insentif serupa melalui PMK 9/2024.

"Bahwa kebijakan pemberian insentif fiskal tahun 2024 sebagaimana diatur dalam PMK 9/2024...perlu dilanjutkan," bunyi salah satu pertimbangan PMK 135/2024, dikutip pada Minggu (19/1/2025).

Baca Juga: Simak! Daftar Peraturan Perpajakan yang Terbit sepanjang Februari 2025

Perpanjangan waktu pemberian insentif PPnBM DTP dimaksudkan untuk terus mendorong kebijakan peralihan penggunaan energi fosil ke energi listrik.

Selain itu, insentif yang kembali diberikan juga untuk menarik minat investasi serta meningkatkan produksi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di dalam negeri.

Merujuk pada Pasal 2 ayat (4) PMK 135/2024, fasilitas PPnBM DTP diberikan atas impor mobil listrik CBU dan penyerahan mobil listrik CKD yang memenuhi persyaratan yang diatur oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Baca Juga: Bangun Usaha di Kawasan Industri? Ini Menu Insentif Perpajakannya

Mobil listrik yang memenuhi persyaratan tercantum dalam perincian pada surat persetujuan yang diterbitkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Fasilitas PPnBM DTP sebesar 100% dari jumlah PPnBM yang terutang diberikan untuk masa pajak Januari 2025 hingga masa pajak Desember 2025.

Pemenuhan masa pajak dibuktikan dengan tanggal pendaftaran dokumen pemberitahuan impor barang (PIB) mobil listrik CBU atau tanggal faktur pajak penyerahan mobil listrik.

Baca Juga: Ada Insentifnya, Pemprov Harap Investor Buka Kantor dan Kantongi NPWPD

Impor mobil listrik CBU yang memperoleh fasilitas PPnBM DTP harus dibuatkan dokumen PIB sesuai ketentuan kepabeanan dan laporan realisasi PPnBM DTP.

PIB dibuat dengan memuat informasi terkait nomor dan tanggal surat persetujuan pemanfaatan insentif impor, kode fasilitas impor, merek, tipe dan varian, nomor rangka, dan kode harmonized system (HS).

Sementara itu, penyerahan mobil listrik CKD harus dibuatkan faktur pajak sesuai ketentuan perpajakan dan laporan realisasi PPnBM DTP. Faktur pajak atas penyerahan mobil listrik CKD harus diterbitkan terpisah dengan faktur pajak atas penyerahan mobil lainnya.

Baca Juga: Kemenaker Usul Pegawai Padat Karya yang Dapat Insentif Pajak Diperluas

PMK 135/2024 ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, yaitu per 31 Desember 2024. Secara umum, PMK 135/2024 terdiri atas 11 pasal. Berikut perinciannya:

  • Pasal 1
    Berisi definisi dari istilah-istilah yang digunakan dalam PMK 135/2024.
  • Pasal 2
    Pasal ini menerangkan kriteria mobil yang bisa mendapat insentif PPnBM DTP
  • Pasal 3
    Pasal ini menerangkan persentase PPnBM DTP diberikan
  • Pasal 4
    Pasal ini mengatur kewajiban PKP untuk membuat dokumen pemberitahuan impor barang dan laporan realisasi PPnBM DTP atas impor mobil listrik CBU tertentu
  • Pasal 5
    Pasal ini menerangkan adanya validasi yang dilakukan terhadap pemberitahuan impor barang atas impor mobil listrik CBU tertentu
  • Pasal 6
    Pasal ini mengatur kewajiban bagi PKP untuk membuat faktur pajak dan realisasi PPnBM DTP atas penyerahan mobil listrik CKD tertentu
  • Pasal 7
    Pasal ini menyatakan pelaporan dan pembetulan SPT Masa PPN atas impor mobil listrik CBU tertentu dan/atau penyerahan mobil listrik CKD tertentu untuk masa Januari hingga Desember 2025 dapat diperlakukan sebagai laporan realisasi. Hal ini berlaku sepanjang disampaikan paling lambat tanggal 31 Januari 2026
  • Pasal 8
    Pasal ini menerangkan kondisi tertentu yang membuat PPnBM DTP tidak diberikan
  • Pasal 9
    Pasal ini mengatur penagihan PPnBM terutang apabila terdapat data dan/atau informasi atas kondisi tertentu. Misal, apabila PKP tidak melaksanakan kewajiban pelaporan realisasi PPnBM.
  • Pasal 10
    Pasal ini mengatur pelaksanaan dan pertanggungjawaban belanja subsidi PPnBM DTP dilaksanakan oleh pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Pasal 11
    Pasal ini mengatur waktu berlakunya PMK 135/2024, yaitu pada tanggal diundangkan.

Untuk melihat PMK 135/2024 secara lengkap, Anda dapat membaca atau mengunduh peraturan di Perpajakan DDTC.

Baca Juga: Bappenas: Tarik Investasi, Insentif Pajak Bukan Fokus Utama

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : download peraturan, PMK 135/2024, insentif pajak, PPnBM DTP, mobil listrik, impor mobil listrik

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 19 Februari 2025 | 14:03 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Menko Jamin PPh Final 0,5% UMKM Diperpanjang Meski Tak Disebut Prabowo

Rabu, 19 Februari 2025 | 13:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Bakal Tanggung PPN Motor Listrik, Airlangga: Biar Adil

Rabu, 19 Februari 2025 | 13:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Mobil Listrik dan Hybrid Dapat Insentif Pajak Lagi, Ini Kata DJP

Selasa, 18 Februari 2025 | 13:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Siap-Siap! Pemerintah Bakal Tanggung PPN Pembelian Motor Listrik

berita pilihan

Jum'at, 28 Februari 2025 | 19:30 WIB
THAILAND

Negara Tetangga Ini Bakal Berlakukan Pajak Turis pada Akhir Tahun

Jum'at, 28 Februari 2025 | 19:00 WIB
PMK 15/2025

Pemeriksaan Terfokus, Pemeriksa Wajib Sampaikan Pos SPT yang Diperiksa

Jum'at, 28 Februari 2025 | 17:03 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPN atas Penyerahan Jasa Asuransi Unit Link

Jum'at, 28 Februari 2025 | 17:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Pemeriksaan Fisik Barang Impor?

Jum'at, 28 Februari 2025 | 16:30 WIB
REKAP PERATURAN

Simak! Daftar Peraturan Perpajakan yang Terbit sepanjang Februari 2025

Jum'at, 28 Februari 2025 | 16:00 WIB
LAYANAN PAJAK

Hati-Hati Penipuan Berkedok Pemutakhiran Data NPWP via Coretax

Jum'at, 28 Februari 2025 | 15:30 WIB
RPJMN 2025-2029

Masuk RPJMN 2025-2029, Pertumbuhan Ekonomi 2029 Ditarget Tembus 8%

Jum'at, 28 Februari 2025 | 15:21 WIB
KONSULTASI PAJAK

Bangun Usaha di Kawasan Industri? Ini Menu Insentif Perpajakannya

Jum'at, 28 Februari 2025 | 15:00 WIB
SELEBRITAS

Ajak WP Segera Lapor SPT Tahunan, Jonatan Christie: Jangan Ditunda

Jum'at, 28 Februari 2025 | 14:30 WIB
KEP-67/PJ/2025

Tak Kena Sanksi! PPh Masa Januari 2025 Disetor Paling Lambat Hari Ini